D I K G R O U P

From Feedback to Improvement: Mengubah Masukan Menjadi Langkah Nyata untuk Kurupuk Tahu Indonesia

Dalam dunia bisnis, feedback merupakan salah satu sumber informasi yang berharga untuk memahami bagaimana sebuah produk diterima oleh konsumen dan bagaimana proses bisnis dapat berjalan lebih baik. Bagi Kurupuk Tahu Indonesia, feedback bukan sekadar komentar atau kritik, melainkan kesempatan untuk melihat berbagai hal dari perspektif yang berbeda dan menemukan peluang improvement.

Melalui kegiatan sharing From Feedback to Improvement yang dilaksanakan pada 19 Agustus 2026, Kurupuk Tahu Indonesia mengangkat pentingnya mengumpulkan, memahami, dan menindaklanjuti feedback yang berasal dari berbagai pihak, baik reseller maupun divisi internal.

Memahami Feedback dari Perspektif Reseller

Sebagai produk oleh-oleh yang telah dipasarkan melalui berbagai toko di Bandung, Kurupuk Tahu Indonesia memperoleh banyak masukan dari reseller yang berinteraksi langsung dengan konsumen.

Beberapa reseller memberikan feedback positif mengenai produk, seperti rasa bumbu yang enak, tekstur yang renyah, serta keunikan produk tahu yang dapat memiliki rasa manis. Produk juga dinilai cocok sebagai teman makan nasi.

Namun, di balik feedback positif tersebut, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan.

Beberapa reseller menyampaikan bahwa produk memiliki cita rasa yang menarik, tetapi harga jualnya cukup sulit diterima oleh sebagian konsumen. Ada pula masukan bahwa konsumen lebih menyukai kemasan yang lebih kecil.

Selain itu, muncul feedback mengenai persepsi konsumen terhadap produk berbahan dasar tahu yang sudah banyak tersedia di pasaran. Sebagian konsumen bahkan merasa bahwa rasa manis pada produk tahu merupakan sesuatu yang tidak biasa.

Masukan lainnya berkaitan dengan follow-up dari tim marketing yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

Berbagai feedback tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk itu sendiri. Harga, kemasan, persepsi konsumen, serta hubungan dengan reseller juga memiliki peran penting dalam proses penjualan.

Feedback Internal: Melihat Tantangan dari Dalam

Selain masukan dari reseller, feedback dari divisi internal juga memberikan gambaran mengenai berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan.

Dari sisi produksi, terdapat kendala berupa waktu tunggu yang cukup lama untuk dapat kembali berproduksi karena stok produk di reseller belum terjual.

Dari sisi marketing, konten yang dibuat dinilai sudah baik dan memperoleh banyak viewers. Namun, tingginya jumlah viewers tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan penjualan di toko offline.

Sementara itu, tim operasional dan logistik menghadapi tantangan dalam proses pengiriman sample dan proposal kepada calon reseller yang belum mendapatkan feedback.

Divisi Customer Service juga mencatat bahwa beberapa calon reseller cukup sulit dihubungi kembali melalui chat.

Di sisi sales, proses penagihan kepada beberapa toko reseller masih menjadi tantangan. Selain itu, terdapat masukan mengenai kunjungan dan penagihan yang sering terlambat akibat kendala ekspedisi.

Feedback dari berbagai divisi ini memperlihatkan bahwa tantangan bisnis tidak selalu berada pada satu bagian saja. Sebuah kendala yang terlihat sederhana dapat berdampak pada proses kerja divisi lain dan memengaruhi keseluruhan aktivitas perusahaan.

Feedback Adalah Data, Bukan Sekadar Komentar

Salah satu pembelajaran penting dari kegiatan ini adalah bahwa feedback merupakan data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan improvement.

Namun, tidak semua feedback harus langsung ditindaklanjuti dengan perubahan.

Setiap masukan perlu dipahami terlebih dahulu. Perusahaan perlu melihat apakah feedback tersebut menunjukkan masalah yang berulang, apakah memiliki dampak terhadap konsumen atau proses bisnis, serta apakah terdapat peluang untuk memperbaikinya.

Dengan demikian, feedback tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga dipilah dan dipahami sebelum dijadikan dasar pengambilan keputusan.

Hal yang tidak kalah penting adalah bahwa action memiliki peran yang lebih besar daripada feedback itu sendiri.

Feedback tanpa tindak lanjut hanya akan menjadi informasi yang tersimpan. Sebaliknya, feedback yang dipahami dan ditindaklanjuti dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan perubahan yang nyata.

Dari Feedback Menuju Improvement

Berdasarkan berbagai masukan yang telah diperoleh, Kurupuk Tahu Indonesia mulai melihat beberapa peluang improvement.

Salah satunya adalah meningkatkan product awareness melalui kegiatan seasonal merchandise dan pembagian produk Kurupuk Tahu kepada masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengenal produk secara lebih luas sekaligus memberikan kesempatan untuk memperoleh feedback baru, baik dari masyarakat maupun reseller.

Selain itu, implementasi online live shopping menjadi salah satu rencana yang dapat mendukung promosi produk dan memanfaatkan feedback positif yang telah diperoleh.

Berbagai rencana tersebut menunjukkan bahwa improvement tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar pada produk. Improvement juga dapat dilakukan melalui pendekatan pemasaran, pengenalan produk, dan cara perusahaan berinteraksi dengan konsumen.

Setiap action yang dilakukan perlu memiliki tujuan yang jelas dan dapat dievaluasi untuk melihat hasilnya.

Improvement Adalah Proses yang Berkelanjutan

Proses improvement tidak berhenti setelah sebuah action dilakukan.

Setelah action dijalankan, perusahaan perlu kembali memperoleh feedback untuk memahami apakah perubahan tersebut memberikan dampak yang diharapkan.

Siklus ini dapat digambarkan melalui proses:

Feedback → Understand → Take Action → Improve → Get New Feedback

Melalui proses tersebut, perusahaan dapat terus belajar dari pengalaman, mengevaluasi hasil, dan menemukan peluang improvement berikutnya.

Dengan kata lain, improvement bukanlah sebuah tujuan akhir, melainkan proses berkelanjutan yang membantu perusahaan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Penutup

Setiap feedback memiliki potensi untuk menjadi sumber improvement, baik feedback yang berasal dari reseller, konsumen, maupun divisi internal.

Tantangannya bukan hanya bagaimana memperoleh feedback sebanyak mungkin, tetapi bagaimana memahami masukan tersebut, menentukan prioritas, dan mengambil action yang tepat.

Bagi Kurupuk Tahu Indonesia, From Feedback to Improvement menjadi pengingat bahwa perubahan yang berarti dapat dimulai dari hal-hal kecil yang sering kali terlihat sederhana, tetapi memiliki pengaruh besar terhadap pengalaman konsumen dan efektivitas proses bisnis.

Karena pada akhirnya, feedback yang paling berharga bukan hanya feedback yang didengar, melainkan feedback yang dipahami dan diwujudkan menjadi tindakan nyata.

From feedback to action. From action to improvement.

Feedback gives us a perspective. Action gives it meaning. Improvement gives it purpose.

-

From Understanding to Desire Action

Memahami feedback merupakan langkah awal dalam proses improvement. Namun, pemahaman saja tidak cukup untuk menciptakan perubahan. Dibutuhkan keinginan dan komitmen untuk mengambil tindakan nyata.

Desire Action menjadi bagian penting dalam mengubah feedback menjadi improvement. Setelah memahami masalah, tantangan berikutnya adalah membangun keinginan untuk melakukan sesuatu, menentukan langkah yang dapat dijalankan, dan memastikan bahwa setiap action memiliki tujuan yang jelas.

Dalam konteks Kurupuk Tahu Indonesia, feedback mengenai harga, kemasan, product awareness, hingga kendala operasional dapat menjadi dasar untuk menentukan action yang relevan.

Misalnya, feedback mengenai sulitnya produk terjual di beberapa toko dapat menjadi dorongan untuk melakukan kegiatan product awareness, mengevaluasi strategi pemasaran, atau mencoba pendekatan penjualan yang berbeda.

Begitu pula feedback dari divisi internal mengenai kendala produksi, follow-up calon reseller, dan penagihan dapat menjadi dasar untuk memperbaiki koordinasi serta efektivitas proses kerja.

Desire Action bukan sekadar keinginan untuk berubah, tetapi komitmen untuk memulai perubahan melalui tindakan yang nyata dan terarah.

Karena pada akhirnya, improvement tidak akan terjadi hanya karena kita mengetahui apa yang perlu diperbaiki. Improvement terjadi ketika kita memiliki keinginan untuk bertindak dan konsisten menjalankan langkah-langkah yang diperlukan.

Rivaldo Sihotang

Feedback gives us a perspective. Action gives it meaning. Improvement gives it purpose.

Prev Post
Brand Storytelling: Ciptakan Koneksi, Bukan Sekadar Transaksi