D I K G R O U P

Bikin AI itu ternyata boros listriknya luar biasa, dan di 2026, tagihan listrik pusat data bukan lagi urusan sepele. Selain bikin kantong bolong, investor sekarang makin cerewet nanyain soal dampak lingkungan (skor ESG). Departemen IT nggak bisa lagi cuek; sekarang kita dituntut buat bikin teknologi yang nggak cuma pinter, tapi juga ramah lingkungan.

Sekarang muncul tren Green Coding. Para pengembang nggak lagi cuma adu cepat, tapi adu irit daya saat bikin program. Memilih model AI yang kecil dan spesifik (Small Language Models) sekarang dianggap jauh lebih keren dan cerdas daripada pakai model raksasa yang makan energi gede. Di 2026, IT yang berkelanjutan itu artinya IT yang hemat biaya.

Di 2026, IT yang berkelanjutan berarti efisiensi biaya; beralih dari AI raksasa ke Green Coding dan Small Language Models yang irit daya demi menjaga skor ESG serta menekan tagihan listrik pusat data

- Nixon Aldwin Y

Tags :
Nixon Aldwin Yustanto

Di 2026, IT yang berkelanjutan berarti efisiensi biaya; beralih dari AI raksasa ke Green Coding dan Small Language Models yang irit daya demi menjaga skor ESG serta menekan tagihan listrik pusat data

Prev Post
Geopatriasi Data : Tren PULANG KAMPUNG dari Cloud
Next Post
Human-Centric Tech: Skill MANUSIAWI Makin Mahal