D I K G R O U P

Jika kamu kehabisan ide, coba buat salah satu format konten ini:

- Tips dan Tutorial Singkat: Tunjukkan cara melakukan sesuatu dalam 15 detik. (Misal: "3 Cara cepat atasi laptop lemot")

- Before-After (Sebelum-Sesudah): Perubahan dramatis dalam sekejap mata (Make up, editing foto, bersih-bersih rumah).

- Behind the Scene (Di Balik Layar): Menunjukkan proses pembuatan, momen jujur, atau kegagalan lucu.

- Humor/Situasi Sehari-hari: Konten relatable yang memicu tawa atau anggukan setuju.

- Edukasi 10 sampai 15 Detik: Sampaikan satu insight atau fakta menarik secara ringkas.

 

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Sebagai pelatih konten kamu, ini adalah hal-hal yang sering membuat video gagal:

- Terlalu Banyak Basa-Basi di Awal: Jangan pernah bilang "Halo semua, kembali lagi di channel saya..." di konten pendek. Langsung to the point!

- Visual Berantakan: Kualitas video yang buram atau penerangan yang kurang akan membuat penonton langsung skip.

- Tidak Ada Cerita/Pesan Jelas: Jangan hanya merekam sesuatu tanpa tujuan. Penonton harus tahu apa yang mereka dapatkan.

- CTA Terlalu Memaksa: Jangan minta penonton melakukan terlalu banyak hal. Cukup satu instruksi sederhana (like/komen/follow/save).

Konten yang viral adalah ketika kamu dapat menyalurkan kualitas value-mu dalam waktu singkat

- Kroma Flux

Jonathan Hermawan

Konten yang viral adalah ketika kamu dapat menyalurkan kualitas value-mu dalam waktu singkat

Prev Post
Apa itu Neuromarketing Rahasia Soft Selling Tanpa Jualan
Next Post
Strategi Jitu: Mendongkrak Visibilitas brand di Era Digital